berita-online.id , Berita – Polisi menggagalkan aksi tawuran di Jakarta Pusat pada Minggu (10/8/2025) dini hari.
Sebanyak tujuh pemuda diamankan Tim Patroli Perintis Presisi Polres Metro Jakarta Pusat di dua lokasi berbeda.
Di Kramat Sentiong, Senen, polisi menangkap empat orang, masing-masing MER (16), AP (28), LI (17), dan YS (22). Barang bukti yang disita antara lain sebilah celurit, dua telepon genggam, dan satu dompet.
Baca Juga : Profil Letjen Tandyo Budi Revita, Calon Wakil Panglima TNI yang Dijadwalkan Dilantik Besok
Kasat Samapta Polres Metro Jakarta Pusat Kompol William Alexander mengatakan penangkapan berawal dari informasi di media sosial terkait sekelompok remaja yang melakukan siaran langsung dan diduga bersiap tawuran.
“Petugas segera menuju lokasi. Saat tiba, para pemuda itu mencoba melarikan diri, namun berhasil diamankan bersama barang bukti,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu.
Keempat pelaku kini ditahan di Polsek Senen dan dijerat Pasal 2 ayat (1) UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata tajam.
“Ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara,” katanya.
Tiga Remaja Diamankan di Kemayoran, Diduga Terlibat Aksi Tawuran
Tim Patroli Perintis Presisi Polres Metro Jakarta Pusat turut mengamankan tiga remaja berinisial AR (17), S (23), dan RA (19) di SPBU Shell, Jalan Letjen Suprapto, Kemayoran.
Dalam penangkapan tersebut, polisi menemukan sebilah celurit yang diduga milik salah satu pelaku. Ketiganya kemudian dibawa ke Polsek Kemayoran untuk pendataan, tes urin, interogasi, pemanggilan orang tua, pembuatan surat pernyataan, serta pembinaan.
Kapolsek Kemayoran Kompol Agung Adriansyah mengatakan pihaknya mengedepankan langkah preventif.
“Kami telah memberikan pembinaan kepada para remaja tersebut dan memanggil orang tuanya. Harapannya, mereka tidak lagi terlibat aksi tawuran yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” ujarnya.
Polres Metro Jakarta Pusat Gencarkan Patroli Cegah Tawuran
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menegaskan pihaknya akan terus meningkatkan patroli untuk mengantisipasi tawuran antarkelompok.
“Kami tidak akan mentolerir aksi tawuran. Patroli akan terus digencarkan, khususnya di titik-titik rawan. Anak-anak muda yang terlibat akan kami proses sesuai hukum,” ujar Susatyo.






