berita-online.id , Berita –Sebanyak enam penerbangan dari dan menuju sejumlah bandara di Nusa Tenggara Timur (NTT) dibatalkan akibat erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur.
Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Komodo Labuan Bajo, Ceppy Triono, mengatakan pembatalan penerbangan meliputi rute dari dan ke Maumere, Ende, dan Bajawa.
Baca Juga : Operasi Merdeka Jaya 2025 Dinilai Sukses Amankan Rangkaian Peringatan HUT ke-80 RI
“Penerbangan yang dibatalkan adalah penerbangan dari dan ke Maumere, Ende, dan Bajawa,” kata Ceppy saat dihubungi di Labuan Bajo, Senin (18/8/2025).
Bandara Komodo Tetap Normal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5275414/original/016613700_1751877324-20250707-Lewotobi-AFP_4.jpg)
Meski ada pembatalan, Ceppy memastikan Bandara Komodo Labuan Bajo masih beroperasi normal. Hasil pemeriksaan sebaran abu vulkanik menggunakan paper test menunjukkan kondisi bandara tetap aman.
“Paper test sudah dilakukan setiap jam sekali dan sampai saat ini hasilnya masih negatif,” ujarnya.
Gunung Lewotobi Laki-Laki dilaporkan mengalami erupsi beberapa kali sejak 17–18 Agustus 2025. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat, pada Senin pukul 20.08 WITA terjadi erupsi dengan tinggi kolom abu sekitar 500 meter di atas puncak atau 2.084 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tipis hingga sedang, condong ke arah utara dan timur laut.
Erupsi terekam seismogram dengan amplitudo maksimum 29,6 mm dan durasi sekitar 1 menit 47 detik.
Status Awas, Warga Diminta Waspada
Saat ini, Gunung Lewotobi Laki-Laki berada pada Status Level IV (Awas). Masyarakat diminta tidak beraktivitas dalam radius enam kilometer dari puncak, serta pada sektor barat–utara–timur laut sejauh tujuh kilometer dari pusat erupsi.
“Masyarakat dan wisatawan diimbau tetap tenang, mengikuti arahan pemerintah daerah, dan tidak mempercayai isu-isu yang tidak jelas sumbernya,” demikian pernyataan PVMBG.






